Artikel
|
Artikel
|
Tulungagung – Direktorat Pendidikan Islam Kementerian Agama RI (Dirjen Pendis Kemenag RI), Kamaruddin Amin menghimbau kepada seluruh PTKIN terutama IAIN Tulungagung untuk bekerja keras dalam meningkatkan kualitasnya. Hal tersebut disampaikan dalam sosialisasi tata kelola keuangan badan layanan umum di IAIN Tulungagung pada Sabtu Siang (02/12/2017) di Aula Lantai 3 Rektorat IAIN Tulungagung.
“Saat ini kita harus berorientasi pada kualitas. Kita tidak usah membayangkan PTKIN masuk 500 besar dunia karena sebenarnya itu masih sangat utopis. Apalagi melihat UGM sebesar itu ternyata belum masuk. Di Indonesia hanya ada UI dan IPB yang bisa masuk,” kata Kamaruddin Amin.
Tulungagung –Senin Pagi (20/11/2017) Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) melakukan visitasi akreditasi terhadap jurusan Manajemen Zakat dan Wakaf (MAZAWA) IAIN Tulungagung. Ada dua assesor dari BAN-PT yang melakukan visitasi tersebut yakni Deden Makbullah dari UIN Raden Intan Lampung dan Shodiq Abdullah dari UIN Walisongo Semarang.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Tulungagung, Dede Nurrohman dalam sambutannya saat membuka acara visitasi menyampaikan, pihahnya mohon maaf beberapa pejabat tinggi di IAIN Tulungagung tidak bisa hadir karena menghadiri undangan acara rutin di Kementerian Agama RI di Tangerang.
Tentang keberadaan jurusan MAZAWA, Dekan FEBI menjelaskan bahwa sebenarnya jurusan ini berdiri pada tahun 2014 dan berada di bawah naungan Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum (FASIH) IAIN Tulungagung dengan nama Zakat dan Wakaf (ZAWA). Namun karena pada 2016 ada perubahan nomenklatur dan gelar dari SHI menjadi SE, maka Zawa tidak ada lagi berganti Manajemen Zakat dan Wakaf, sekaligus berpindah fakultas ke FEBI.