(Tulungagung) Korupsi adalah extra ordinary crime. Perlu langkah-langkah yang luar biasa untuk memberantas korupsi. Langkah-langkah itu harus komprehensif meliputi aspek legal substence, legal structure, dan legal culture. Demikian salah satu kesimpulan dari acara “Sarasehan dan Dialog Anti Korupsi” yang diselenggarakan DEMA Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum IAIN Tulungagung. Sarasehan yang diselenggarakan pada Kamis, 12 Maret 2015 itu mengambil tema “Peningkatan Semangat Budaya Anti Korupsi dalam Bingkai Kehidupan Multikultural untuk Indonesia yang Berkeadaban”. Kegiatan ini merupakan rangkaian Pekan Seni dan Kreasi Mahasiswa (PSKM) DEMA IAIN Tulungagung.
(Tulungagung) Malam nanti, Selasa, 10 Maret 2015 Pekan Seni dan Kreatifitas Mahasiswa (PSKM) Dewan Eksekutif Mahasiswa Institut (DEMA-I) IAIN Tulungagung diisi dengan Majelis Ratib dan Sholawat (ROSHO).
Menurut Ketua DEMA-I IAIN Tulungagung, Andik, kegiatan yang menjadi acara puncak Lomba Sholawat Tingkat SMA se-Eks Karesidenan Kediri. Dalam PSKM 2015 tersebut akan dihadiri oleh Habib Husein Bin Abu Bakar Ba’abud dan Habib Muhammad Assegaf dari Kediri.
Selain dua Habib dari Kediri tersebut, rencananya juga akan dihadiri oleh Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda Plosokandang-Kedungwaru-Tulungagung, KH Abdul Kholiq, Ketua Tanfidziyah PCNU Tulungagung, KH Abdul Hakim Musthofa, Rois Syuriah PCNU Tulungagung, KH Mahrus Maryani, dan juga Habib Fahmi dari Malang.