Artikel
|
Artikel
|
Tulungagung – Sabtu pagi (22/04/2017) IAIN Tulungagung kembali menggelar wisuda sarjana dan magister. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, di tahun ini IAIN Tulungagung sudah menggelar wisuda pada bulan April, karena wisuda tahun 2017 akan digelar dua kali. Adapun wisuda dilaksanakan di halaman kampus IAIN Tulungagung.
Dalam sambutannya, Rektor IAIN Tulungagung, Dr. Maftukhin, M.Ag., menyampaikan bahwa, wisuda ke-4 ini diikuti oleh 340 wisudawan dari semua jurusan program sarjana (S-1) dan pascasarjana (S-2).
Kepada segenap wisudawan, wali wisudawan dan juga tamu undangan, Rektor juga menyampaikan mengenai berbagai perkembangan yang dicapai oleh IAIN Tulungagung. Saat ini, IAIN Tulungagung memiliki 33 Program Studi untuk jenjang S-1, 8 program studi untuk jenjang S-2, dan 2 program Studi untuk Jenjang S-3. Minat mahasiswa untuk kuliah di IAIN Tulungagung pun melonjak drastis. Pada tahun akademik 2016-2017, mahasiswa IAIN Tulungagung tercatat sejumlah 11.942 mahasiswa.
Tulungagung – Berkembangnya faham anti-Pancasila dan anti-NKRI di perguruan tinggi memunculkan keprihatinan mendalam di kalangan pimpinan perguran tinggi. Hal itu mengemuka dalam acara Seminar dan Sarasehan PTKIN eks-Cabang IAIN Sunan Ampel yang dihelat di IAIN Tulungagung pada 7-9 April 2017. Seminar dan Sarasehan ini dihadiri oleh sembilan Rektor dan Ketua PTKIN eks-Cabang IAIN Sunan Ampel.
“Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) memiliki tanggung jawab besar dalam upaya membendung berkembangnya beragam faham tersebut,” tegas Prof. Dr. Abd A’la, Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya. Hal yang sama juga ditegaskan oleh Dr. Maftukhin, Rektor IAIN Tulungagung yang menyebut, “PTKIN harus memberikan wacana alternatif dan berposisi sebagai garda depan dalam mengkampanyekan Islam yang rahmatan lil alamin.”